Kamis, 28 Januari 2010

Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita
Di Indonesia, setiap jam satu wanita meninggal karena kanker serviks
Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan kanker yang menyerang kaum wanita dan jumlah penderitanya meningkat beberapa tahun belakangan. Dari seluruh penderita kanker di Indonesia, sepertiganya adalah penderita kanker serviks. Kanker ini memang merupakan pembunuh wanita yang menakutkan. Memperoleh informasi tentang kanker ini dapat membantu lebih banyak wanita terhindar dari salah satu penyakit paling mematikan ini.

Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.

Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. 

MUTU PELAYANAN KESEHATAN

PDCA ( PLAN,CHECK,DO,ACTION ) PADA RUMAH SAKIT DI RUANG BERSALIN ( PONEK ) RSUD JOMBANG
PLAN: Pada saat ada pasien datang ke RSUD khususnya ruang PONEK,kita tanya atau anamnese pasien dengan 5W 1H seperti
1. What :Apa yang terjadi pada pasien.seperti Ny "Ana" hamil dengan umur kehamilan 37 minggu telah mengluarkan cairan ketuban
2. Where :Dimana kejadian itu terjadi.seperti Ny "Ana" telah mengeluarkan cairan ketuban saat ibu tersebut buang air kecil di kmar mandi
3. When :Kapan kejadian itu terjadi.seperti Ny "Ana" telah mengeluarkan cairan ketuban sejak pukul 03.00 pada tanggal 17 Januari 2010
4. Why :Mengapa kejadian itu terjadi.seperti Ny"Ana" mungkin terjadi kelainan pada kehamilannya
5. Who :Siapa yang mengalami kejadian tersebut.Seperti Ny"Ana" hamil pertama dengan umur kehamilan 37 minggu
Setelah melakkan anamnese tersebut kita dapat menentukan diagnosa dari Ny"Ana" inpartu dengan KPD ( ketuban pecah dini ) kemudian kita juga bisa menyusun rencana untuk menangani Ny"Ana"seperti
1.Lakukan kolaborasi dengan dokter spesialis untuk mengetahui tindakan lebih lanjut
2.Lakukan advis dokter dalam pemberian terapi seperti pemberian oksitosin drip dsb
3.Lakukan observasi tanda-tanda vital seperti tekanan darah,nadi,suhu,RR
4.Lakukan observasi pada keadaan janin seperti mengobservasi detak jantung janin
5.Lakukan pemeriksaan dalam seperti VT untuk mengetahui sudah ada pembukaan atau belum.
6.Berikan nutrisi pada Ny"Ana" agar tidak lemes
7.Berikan dukungan mental pada Ny"Ana" agar tidak stress dalam menjalani persalinan
DO : Kita melakukan apa yang kita rencanakan tadi seperti
1.Melakukan kolaborasi dengan dokter spesialis untuk mengetahui tindaakan lebih lanjut
2.Melakukan advis dokter dalam pemberian oksitosin drip dsb
3.Melakukan observasi tanda-tanda vital seperti tekanan darah ,,nadi,suhu,RR
4.Melakukan observasi pada keadaan janin seperti obsrvasi etak jantung janin
5.Melakukan pemeriksaan dalam seperti VT untuk mengetahui sudah ada pembukaan atau belum.
6.Memberikan nutrisi pada Ny"Ana" agar tidak lemes
7.Memberikan dukungan mental pada Ny"Ana" agar tidak stress dalam menjalani persalinan
CHECK : Mengevaluasi dari apa yang kita lakukan tadi.
Kita dapat menetahui bagaimana hasil dari yang kita lakukan dan ibu bersalin dengan normal serta keadaan ibu dan janin juga baik.Sehingga kita bisa mengevalusi ibu dalam jam setelah bersalin dan keadaan bayi setelah lahir seperti mengevaluasi bayi sesuai dengan apgar score atau protap yang berlaku di dalam RS tersebut.Kemudian kita juga melihat apakah air susu ibu sudah keluar atau belum.Kita juga bisa memberikan imunsasi pada bayi baru lahir seperti vit k dan tetes mata untuk mencegah perdarahan
ACTION : Setelah kita melakukan evaluasi kita bisa mengambil kesimpulan kapan pasien bisa pulang.Sebelum pasien pulang bisa kita berikan konseling tentang makanan yang boleh dikonsumsi oleh ibu nifas,aktifitas untuk ibu nifas dan lain-lain.Apabila pasien tidak mau ke kontrol kembali ke RS tapi pasien bisa memeriksakan diri pada petugas kesehtan terdekat di rumahnya agar keadaan pasien dan anaknya dalam keadaan sehat dan tidak ada komplikasi lainnya.